Langsung ke konten utama

Ini 8 Rekomendasi E- Rekornas IWAPI kepada Pemerintah


Acehvoice.com, Pidie Jaya - Kondisi saat ini sangat memerlukan kebijakan khusus karena ekonomi sudah semakin tidak menentu akibat dampak dari pandemic COVID - 19.


Beberapa kebijakan yang berlaku selama dalam keadaan normal memerlukan tinjauan khusus demi menggerakkan ekonomi kerakyatan .


Senin (06/04/2020), Ketua Umum Dewan Pengurus Daerah Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPD IWAPI) Aceh, Rosi Malia, SH, MM, melalui selulernya mengatakan, berdasarkan Rakornas melalui Teleconference Aplikasi Zoom bersama dengan para ketum IWAPI se - Indonesia, tanggal (3/4/2020).


Rapat online tersebut dilakukan dalam rangka mendata kondisi dunia usaha didaerah khususnya para anggota Iwapi terutama UMKM  serta menghasilkan masukan2 bermanfaat yang harus disampaikan kepada pemerintah pusat sebagai pemangku kebijakan, tambahnya.


Lanjutnya, berdasarkan E-Rakornas IWAPI se - Nusantara mencatat hasil rakor tersebut sebagai berikut:


1. Hampir semua sektor usaha terdampak Pandemic Covid -19  dan memerlukan kebijakan pemerintah dengan penanganan khusus.



2. Kewajiban-kewajiban  yang harus di tanggung dunia usaha seperti BPJS, THR , Pajak, Pinjaman Bank Beserta Bunga Banknya, Masalah pembayaran Listrik termasuk air dan lain-lainnya ini perlu dibuatkan perlakuan khusus.


3. Tingginya harga-harga bahan pokok maupun bahan penunjang lainnya serta susahnya mendapatkan barang tertentu Akibat adanya pihak-pihak tertentu yang dengan sengaja menimbun produk produk yang dibutuhkan masyarakat sehingga bisa mendapatkan keuntungan tinggi ditengah masalah ini dan kondisi  ini membuat UMKM semakin terpuruk .


4. Semakin lemahnya daya beli masyarakat membuat kondisi ekonomi Indonesia semakin menurun dan ini bisa mengakibatkan  terjadi keresahan sosial. 
                                                                   

5. Iwapi sangat mendukung himbauan pemerintah dimulai dari work from home, social distancing, stay healthy dengan menggunakan masker ,hand sanitizer  dan penyemprotan desinfektan serta pengukuran suhu badan. Semua kegiatan organisasi yang mengumpulkan massa sudah tidak kami lakukan dan rapat rapat koordinasi baik dipusat maupun di daerah kami sudah menggunakan media online.


6. Online business  merupakan salah satu jalan utk menggerakkan usaha khususnya dibidang  kuliner dan Usaha lainnya.


7. Sebagai penggerak roda perekonomian IWAPI menegaskan kepada seluruh pengurus, anggota, karyawan dan customernya  untuk bantu memutuskan rantai penularan COVID-19 dengan protap - protap yang sudah dihimbau pemerintah serta edukasi lainnya. Dimulai dari seorang ibu dilingkungan terkecil yaitu keluarga.


8. IWAPI membangkitkan anggotanya untuk terus mencari peluang usaha ditengah musibah ini maka  diperlukan  inovasi -inovasi serta kreativitas yang tinggi termasuk  program sosial agar UMKM bisa terus bertahan ditengah badai COVID-19.


Berdasarkan hal tersebut  IWAPI meminta kepada Presiden dan segenap para mentri terkait untuk membuat kebijakan kebijakan yang dapat meringankan beban para UMKM dan meningkatkan kembali daya beli masyarakat serta dapat dengan cepat mengatasi masalah COVID - 19.


Beberapa stimulus dari pemerintah sudah disiapkan tetapi di lapangan tidak sesuai dengan yang diharapkan, tegasnya.


Kita dari IWAPI mengharapkan kepada pemerintah harus ada yang mengontrol sampai kebawah yaitu masalah perbankan yg katanya bisa ditunda 1 tahun ternyata di lapangan bank plat merah hanya bisa sampai dengan bulan desember, ujar penerima anugerah WAA AWEN ini.


Lalu masalah THR serta pajak n listrik kami mohon stimulus dari pak Presiden segera ada solusinya.


Serta tentang harga bahan pokok yang harganya semakin tinggi begitu juga harga utk APD , masker , hand Sanitizer dan lain - lain, sudikiranya pak President dapat menstabilkan kembali.


Sekali lagi kami dari para perempuan UMKM yang tergabung dalam wadah Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) di 33 Provinsi se Indonesia, sangah menaruh harapan dalam perubahan itu, pangkasnya.[]

Postingan populer dari blog ini

Kasus Pasien Meninggal Karena Salah Suntik, 2 Perawat di Aceh Barat Penjara 2 Tahun

Acehvoice.com | Meulaboh - Dua perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, divonis masing-masing 2 tahun penjara karena terbukti salah menyuntik pasien hingga meninggal dunia. Keduanya ialah Erwanty dan Desri Amelia Zulkifli. Dikutip dari situs resmi Pengadilan Meulaboh, Jumat (31/1/2020), kasus tersebut bermula saat korban Alfa Reza dibawa ke rumah sakit karena karena tertusuk kayu pada paha kiri sampai ke bokong. Dia masuk ke ruang IGD pada Jumat, 19 Oktober 2018. Sejam berselang, tim dokter melakukan tindakan operasi terhadap korban. Setelah selesai menjalani operasi, korban dipindahkan ke ruang perawatan anak. Dokter kemudian memerintahkan Erwanty, Desri, serta beberapa perawat yang bertugas jaga untuk memberikan obat kepada korban. Pada malam hari sekitar pukul 21.00 WIB, terdakwa Desri membuka buku rekam medis untuk melihat obat yang harus disuntikkan ke Reza. Dia melihat ketersediaan obat pada kotak obat Reza hanya satu. ...

Mawardi Ali : Kehadiran Lab Litbangkes Harap Dapat Mengembangkan Riset dan penelitian Bidang Kesehatan,

sumber: mediacenter Acehvoice.com | Aceh Besar -  Ir. H. Mawardi Ali hadiri peresmian Laboratorium Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh di Desa Bada Lambaro, Aceh Besar, Rabu, (26/02/2020). Dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya terhadap kementerian Kesehatan dan Balai kesehatan Aceh yang sudah Membangun Laboratorium penelitiannya di Aceh Besar. "Dengan terbangunnya Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh di Aceh Besar ini semoga terus dapat mengembangkan riset dan penelitian dalam bidang kesehatan dan bermanfaat bagi Masyarakat", ujar Mawardi Ali. "Seperti kita ketahui Bersama Laboratorium memaninkan peran penting dalam pendeteksian, penilaian, respons, pemberitahuan dan pemantauan peristiwa yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Laboratorium merupakan bagian mendasar untuk mendukung kegiatan program kesehatan mulai dari pengawasan, diganosis, pencegahan, pengobatan dan penelitian dan promosi kesehatan", Papar Mawar...