Langsung ke konten utama

HIMAPKA UNIMAL sukses gelar Piala Rektor dalam Kegiatan Olimpiade Matematika Se-Aceh 2020

Acehvoice.com | Lhokseumawe - Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika (Himapka) Universitas Malikussaleh sukses melaksanakan Olimpiade Matematika Se-Aceh (Ordinal) yang memperebutkan Piala Rektor Unimal 2020 di Gor Acc Cunda, Sabtu (29/04/2020).

Acara yang dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, dilanjutkan kata sambutan dari Ketua Panitia yang disampaikan oleh Deo Martisen, ketua Umum Himapka yang disampaikan oleh Bima Pambudi, Ka. Prodi Pend. Matematika Unimal yang disampaikan oleh Bpk mursalin, M.Pd, Kadis. Pendidikan Cabang Kota Lhokseumawe yang disampaikan oleh Jamaluddin, S.Pd., MM., dan Rektor Unimal yang disampaikan oleh Bapak Bardhawi sebagai Wakil Rektor 3 yang mewakilinya.
"Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang akan dilaksanakan himapka, karena disinilah akan muncul generasi penerus matematika yang luar biasa" cetus Bima dalam kata sambutannya sebagai Ketua Umum Himapka.

Lanjutnya, Ketua Program studi berharap kegiatan ini berjalan lancar, dan sukses dari tahun ke tahun. Diteruskan juga oleh bapak kadis pendidikan kota Lhokseumawe, "Saya sangat mendukung kegiatan ordinal 2020 berlangsung dari tahun ke tahun" ungkap bapak jamaluddin.

Seterusnya, bapak bardhawi, S.P.,M.P mengatakan "Bagi yang juara Ordinal 2020, akan langsung bisa lulus menjadi Mahasiswa Universitas Malikussaleh" penghargaan rektor yang disampaikan bapak Pembatu Rektor Kemahasiswaan.

Salah satu siswa peserta Ordinal 2020, juga sangat terkesan dengan kegiatan besar ini. "Kegiatan se aceh ini sangat luar biasa dan saya bisa ikuti nya, sangat alhamdulillah" ungkap siswa SMAN 1 Sawang.

"Semoga kegiatan ini dapat kami laksanakan seterusnya dan dilanjutkan dukungan oleh pihak terkait, termasuk kampus dan dinas pendidikan. Saya ucapkan terimakasih kepada PT. Pjb, Kupie Wagen, Bank BRI, Twin Star, PapaRonz, Organik Mask, Sefa Bumi Persada dan Babang Design sebagai sponsor dalam kegiatan ini" tutup deo sebagai ketua pelaksana.(E)

Postingan populer dari blog ini

Mawardi Ali : Kehadiran Lab Litbangkes Harap Dapat Mengembangkan Riset dan penelitian Bidang Kesehatan,

sumber: mediacenter Acehvoice.com | Aceh Besar -  Ir. H. Mawardi Ali hadiri peresmian Laboratorium Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh di Desa Bada Lambaro, Aceh Besar, Rabu, (26/02/2020). Dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya terhadap kementerian Kesehatan dan Balai kesehatan Aceh yang sudah Membangun Laboratorium penelitiannya di Aceh Besar. "Dengan terbangunnya Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh di Aceh Besar ini semoga terus dapat mengembangkan riset dan penelitian dalam bidang kesehatan dan bermanfaat bagi Masyarakat", ujar Mawardi Ali. "Seperti kita ketahui Bersama Laboratorium memaninkan peran penting dalam pendeteksian, penilaian, respons, pemberitahuan dan pemantauan peristiwa yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Laboratorium merupakan bagian mendasar untuk mendukung kegiatan program kesehatan mulai dari pengawasan, diganosis, pencegahan, pengobatan dan penelitian dan promosi kesehatan", Papar Mawar...

Kasus Pasien Meninggal Karena Salah Suntik, 2 Perawat di Aceh Barat Penjara 2 Tahun

Acehvoice.com | Meulaboh - Dua perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, divonis masing-masing 2 tahun penjara karena terbukti salah menyuntik pasien hingga meninggal dunia. Keduanya ialah Erwanty dan Desri Amelia Zulkifli. Dikutip dari situs resmi Pengadilan Meulaboh, Jumat (31/1/2020), kasus tersebut bermula saat korban Alfa Reza dibawa ke rumah sakit karena karena tertusuk kayu pada paha kiri sampai ke bokong. Dia masuk ke ruang IGD pada Jumat, 19 Oktober 2018. Sejam berselang, tim dokter melakukan tindakan operasi terhadap korban. Setelah selesai menjalani operasi, korban dipindahkan ke ruang perawatan anak. Dokter kemudian memerintahkan Erwanty, Desri, serta beberapa perawat yang bertugas jaga untuk memberikan obat kepada korban. Pada malam hari sekitar pukul 21.00 WIB, terdakwa Desri membuka buku rekam medis untuk melihat obat yang harus disuntikkan ke Reza. Dia melihat ketersediaan obat pada kotak obat Reza hanya satu. ...