Langsung ke konten utama

TEN FAI Unmuha Aceh Adakan Workshop "Thesis Writing and Referencing"


Acehvoice.com | Banda Aceh Jurusan Tadris Bahasa Inggris (TEN) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh  mengadakan workshop berjudul "Thesis Writing and Referencing" dengan pemateri Meutia Zahara, PhD dan Ika Kana Trisnawati, M.Ed untuk mahasiswa semester akhir baik dari jurusan TEN maupun jurusan lainnya di lingkungan Fakultas Agama Islam.

Workshop yang dilaksanakan Kamis, (27/02/2020), dibuka oleh Wakil Rektor II, Drs. Nasrullah Jakfar, MA, dan turut di hadir Dekan Fakultas Agama Islam, Dr. Saiful, S.Ag., MA., serta Ketua Jurusan TEN, Rahmatun Nisa, M.Pd.

Kegiatan 60 orang mahasiswa dari 5 jurusan ini bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam proses penulisan karya tulis akhir, yakni skripsi, dan sekaligus mensosialisasikan pedoman penulisan skripsi yang berlaku di Fakultas Agama Islam ini. 

Agenda kegiatan workshop ini dilakukan setiap semester sebagai wujud kepedulian dosen terhadap mahasiswa agar dapat menyelesaikan studinya dengan baik dan tepat waktu, dan pada akhirnya akan mempermudah mereka dalam menyiapkan skripsi sebagai syarat akhir untuk mencapai gelar kesarjanaannya. 
Dr. Rosnidarwati, M.A., selaku Wakil Dekan 1 bidang akademik mengatakan kegiatan ini selalu di adakan setiap enam bulan sekali karena mahasiswa setiap semester selalu mengalami kendala saat  menulis skripsi, dan oleh karena itu pihak fakultas bekerjasama dengan jurusan giat menyelenggarakan aktivitas yang dapat membantu kinerja mahasiswa dalam proses pembelajaran akademiknya. 

Dengan harapan dapat mendorong jurusan lain di lingkungan Fakultas Agama Islam pada khususnya dan Universitas Muhammadiyah Aceh pada umumnya untuk berperan aktif dalam mewujudkan visi misi yang telah dicanangkan sebelumnya,tutupnya.[]



Postingan populer dari blog ini

Mawardi Ali : Kehadiran Lab Litbangkes Harap Dapat Mengembangkan Riset dan penelitian Bidang Kesehatan,

sumber: mediacenter Acehvoice.com | Aceh Besar -  Ir. H. Mawardi Ali hadiri peresmian Laboratorium Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh di Desa Bada Lambaro, Aceh Besar, Rabu, (26/02/2020). Dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya terhadap kementerian Kesehatan dan Balai kesehatan Aceh yang sudah Membangun Laboratorium penelitiannya di Aceh Besar. "Dengan terbangunnya Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh di Aceh Besar ini semoga terus dapat mengembangkan riset dan penelitian dalam bidang kesehatan dan bermanfaat bagi Masyarakat", ujar Mawardi Ali. "Seperti kita ketahui Bersama Laboratorium memaninkan peran penting dalam pendeteksian, penilaian, respons, pemberitahuan dan pemantauan peristiwa yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Laboratorium merupakan bagian mendasar untuk mendukung kegiatan program kesehatan mulai dari pengawasan, diganosis, pencegahan, pengobatan dan penelitian dan promosi kesehatan", Papar Mawar...

Kasus Pasien Meninggal Karena Salah Suntik, 2 Perawat di Aceh Barat Penjara 2 Tahun

Acehvoice.com | Meulaboh - Dua perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, divonis masing-masing 2 tahun penjara karena terbukti salah menyuntik pasien hingga meninggal dunia. Keduanya ialah Erwanty dan Desri Amelia Zulkifli. Dikutip dari situs resmi Pengadilan Meulaboh, Jumat (31/1/2020), kasus tersebut bermula saat korban Alfa Reza dibawa ke rumah sakit karena karena tertusuk kayu pada paha kiri sampai ke bokong. Dia masuk ke ruang IGD pada Jumat, 19 Oktober 2018. Sejam berselang, tim dokter melakukan tindakan operasi terhadap korban. Setelah selesai menjalani operasi, korban dipindahkan ke ruang perawatan anak. Dokter kemudian memerintahkan Erwanty, Desri, serta beberapa perawat yang bertugas jaga untuk memberikan obat kepada korban. Pada malam hari sekitar pukul 21.00 WIB, terdakwa Desri membuka buku rekam medis untuk melihat obat yang harus disuntikkan ke Reza. Dia melihat ketersediaan obat pada kotak obat Reza hanya satu. ...