Langsung ke konten utama

Wakil Bupati Terima Kunjungan Forum Pengurangan Resiko Bencana Pidie Jaya


Acehvoice.com, Pidie Jaya - Wakil Bupati Pidie Jaya, H. Said Mulyadi, M.Si menerima kunjungan Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) Pidie Jaya, Senin (25/5/2020) Malam.

Kedatangan F-PRB Pidie Jaya ke Pendopo dipimpin oleh Ketuanya, M.Yacob dan Sekretaris FPRB Pidie Jaya serta perwakilan Wakil Ketua/Wakil Sekretaris dan Anggota. 

Ketua F-PRB Pidie Jaya M. Yakob menjelaskan, tujuan dari kunjungan tersebut Pihaknya menginginkan dukungan penuh Pimpinan Kabupaten pada F-PRB dalam mendukung pelaksanaan pengurangan risiko bencana, pihaknya juga menyampaikan kepada wabup bahwa akan melakukan rapat koordinasi dan konsolidasi Lembaga dimana Rencana Tindak Lanjut dari Covid-19.

Pada Kunjungan tersebut turut dibahas dan didiskusikan terkait rencana tindak lanjut rencana progran F-PRB Pijay kedepan dalam mitigasi serta pengurangan bencana di kabupaten setempat.

“Alhamdulillah Wabub menyambut baik silaturahmi kita dan kami sudah menyampaikan rencana F-PRB kedepan yang akan menyiapkan rencana tindak lanjut dari respon Covid-19 serta seluruh kegiatan mitigasi bencana di Pijay,” Jelas M Yakob

Sementar itu wakil Bupati Pidie Jaya Said Mulyadi menyampaikan, mewakili pemkab pihaknya mendukungan penuh rencana tindak lanjut F-PRB kedepan, pihaknya meminta kepada F-PRB untuk mengagendakab pertemuan resmi dengan Pemkab Pijay, harapannya F-PRB menjadi motor penggerak terkait Mitigasi bencana dan mendapatkan dukungan penuh dari eksekutif dan Legislatif serta masyarakat di kabupaten setempat.

Secara terpisah Plt Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya, Okta Handipa, ST. M. Arc mengatakan, BPBD sebagai Leading Sektor sepenuhnya mendukung dan mengarahkan F-PRB kedepan, pihaknya juga akan merencanakan pelantikan pengurus F-PRB Pijay dalam waktu dekat serta mengagendakan Rakor internal F-PRB yang di fasilitasi BPBD Pijay.

“BPBD Sebagai Leading sektor tidak terlepas dari tanggung jawab, kami akan mempersiapkan pelantikan pengurus dan akan mempertajam dengan Rakor Internal yg digasilitasi oleh BPBD Pijay,” Pungkas Okta.[]

Postingan populer dari blog ini

Mawardi Ali : Kehadiran Lab Litbangkes Harap Dapat Mengembangkan Riset dan penelitian Bidang Kesehatan,

sumber: mediacenter Acehvoice.com | Aceh Besar -  Ir. H. Mawardi Ali hadiri peresmian Laboratorium Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh di Desa Bada Lambaro, Aceh Besar, Rabu, (26/02/2020). Dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya terhadap kementerian Kesehatan dan Balai kesehatan Aceh yang sudah Membangun Laboratorium penelitiannya di Aceh Besar. "Dengan terbangunnya Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh di Aceh Besar ini semoga terus dapat mengembangkan riset dan penelitian dalam bidang kesehatan dan bermanfaat bagi Masyarakat", ujar Mawardi Ali. "Seperti kita ketahui Bersama Laboratorium memaninkan peran penting dalam pendeteksian, penilaian, respons, pemberitahuan dan pemantauan peristiwa yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Laboratorium merupakan bagian mendasar untuk mendukung kegiatan program kesehatan mulai dari pengawasan, diganosis, pencegahan, pengobatan dan penelitian dan promosi kesehatan", Papar Mawar...

Kasus Pasien Meninggal Karena Salah Suntik, 2 Perawat di Aceh Barat Penjara 2 Tahun

Acehvoice.com | Meulaboh - Dua perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, divonis masing-masing 2 tahun penjara karena terbukti salah menyuntik pasien hingga meninggal dunia. Keduanya ialah Erwanty dan Desri Amelia Zulkifli. Dikutip dari situs resmi Pengadilan Meulaboh, Jumat (31/1/2020), kasus tersebut bermula saat korban Alfa Reza dibawa ke rumah sakit karena karena tertusuk kayu pada paha kiri sampai ke bokong. Dia masuk ke ruang IGD pada Jumat, 19 Oktober 2018. Sejam berselang, tim dokter melakukan tindakan operasi terhadap korban. Setelah selesai menjalani operasi, korban dipindahkan ke ruang perawatan anak. Dokter kemudian memerintahkan Erwanty, Desri, serta beberapa perawat yang bertugas jaga untuk memberikan obat kepada korban. Pada malam hari sekitar pukul 21.00 WIB, terdakwa Desri membuka buku rekam medis untuk melihat obat yang harus disuntikkan ke Reza. Dia melihat ketersediaan obat pada kotak obat Reza hanya satu. ...