Langsung ke konten utama

Kembangkan Usaha Budidaya Ikan Lele

Acehvoice.com, Pidie Jaya - Pemuda Desa Pulo U Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya telah mengembangkan usaha budidaya ikan lele sejak tahun 2019 lalu dengan nama Ikan Lele Segar "Pemuda Berkarya" sebagai Ketua Teungku Isfandi, SH selaku Pemuda Desa.

Kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh Kepala Desa setempat, dengan memberikan bantuan bersumber dari Dana Desa (DD) alokasi melalui Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) sebagai salah satu usaha produktif.

Melalui press releasenya kepada media Gemarnews.com, Jum'at (19/6) di Meureudu, para pemuda Desa Pulo U ini berinisiatif memanfaatkan lahan kosong sebagai lokasi kegiatan usaha budidaya ikan lele.

Tempat budi daya ikan lele Kelompok Pemuda Berkarya Desa Pulo U Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya
"Semoga Dinas kelautan dan perikanan mendukung dan mengapresiasi penuh usaha kreatif ini dan dapat di contoh oleh pemuda lain di Pidie Jaya. Semoga ini lebih berkembang lagi menjadi berkelanjutan serta menjadi pendapatan tetap bagi anggota kelompok ini", harap Teungku Isfandi.

Dimasa pandemi Covid-19, usaha ini direncanakan menjadi salah satu program ketahanan pangan untuk  mendukung pemerintah daerah Pidie Jaya sesuai intruksi pemerintah pusat dalam rangka pencegahan pandemi Covid-19.

Sementara, Kapolsek Meureudu Ipda Muhammad Yunus, SH mengatakan "Usaha kelompok produktif ini dapat kita jadikan salah satu pendukung ketahanan pangan pencegahan pandemi Covid-19 di Kabupaten Pidie Jaya.

"Dimasa transisi ini program ketahanan pangan salah satu program prioritas sesuai intruksi pemerintah," ujarnya.

Bagi yang ingin membeli ikan lele segar bisa datang langsung ke tempat budidaya ikan lele di Desa Pulo U, atau melayani via nomor WA tercantum.[*]

Postingan populer dari blog ini

Kasus Pasien Meninggal Karena Salah Suntik, 2 Perawat di Aceh Barat Penjara 2 Tahun

Acehvoice.com | Meulaboh - Dua perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, divonis masing-masing 2 tahun penjara karena terbukti salah menyuntik pasien hingga meninggal dunia. Keduanya ialah Erwanty dan Desri Amelia Zulkifli. Dikutip dari situs resmi Pengadilan Meulaboh, Jumat (31/1/2020), kasus tersebut bermula saat korban Alfa Reza dibawa ke rumah sakit karena karena tertusuk kayu pada paha kiri sampai ke bokong. Dia masuk ke ruang IGD pada Jumat, 19 Oktober 2018. Sejam berselang, tim dokter melakukan tindakan operasi terhadap korban. Setelah selesai menjalani operasi, korban dipindahkan ke ruang perawatan anak. Dokter kemudian memerintahkan Erwanty, Desri, serta beberapa perawat yang bertugas jaga untuk memberikan obat kepada korban. Pada malam hari sekitar pukul 21.00 WIB, terdakwa Desri membuka buku rekam medis untuk melihat obat yang harus disuntikkan ke Reza. Dia melihat ketersediaan obat pada kotak obat Reza hanya satu. ...

Mawardi Ali : Kehadiran Lab Litbangkes Harap Dapat Mengembangkan Riset dan penelitian Bidang Kesehatan,

sumber: mediacenter Acehvoice.com | Aceh Besar -  Ir. H. Mawardi Ali hadiri peresmian Laboratorium Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh di Desa Bada Lambaro, Aceh Besar, Rabu, (26/02/2020). Dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya terhadap kementerian Kesehatan dan Balai kesehatan Aceh yang sudah Membangun Laboratorium penelitiannya di Aceh Besar. "Dengan terbangunnya Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh di Aceh Besar ini semoga terus dapat mengembangkan riset dan penelitian dalam bidang kesehatan dan bermanfaat bagi Masyarakat", ujar Mawardi Ali. "Seperti kita ketahui Bersama Laboratorium memaninkan peran penting dalam pendeteksian, penilaian, respons, pemberitahuan dan pemantauan peristiwa yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Laboratorium merupakan bagian mendasar untuk mendukung kegiatan program kesehatan mulai dari pengawasan, diganosis, pencegahan, pengobatan dan penelitian dan promosi kesehatan", Papar Mawar...