Langsung ke konten utama

Abdullah Puteh "Perdamaian Jangan Hanya Ceremonial"

Acehvoice.com I Jakarta - Dalam peringatan Hari Perdamaian Aceh, Wakil Ketua Komite II DPD RI, DR. Ir. H. Abdullah Puteh, M.Si, mngungkapkan rasa syukur atas perdamaian aceh yang sudah terwujud sejak 15 Agustus 2005 yang ditandai dengan Penandatangan Nota Kesepahaman antara Pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka di Helsinky, Finlandia.

"Kita bersyukur, sudah 15 Tahun proses perdamaian terjalin, dan Masyarakat Aceh sudah benar benar merasakan adanya kedamaian" Senator Aceh ini menyampaikan.

Kemudian Abdullah mengingatkan, untuk menjadi perhatian semua pihak, bahwa perdamaian ini harus diwujudkan dengan implementasi terhadap pasal-pasal dalam MoU Helsinky yang menjadi landasan terwujudnya perdamaian Aceh.

"Masyarakat Aceh harus lebih sejahtera, dan generasi penerus Aceh harus mendapatkan pendidikan yang bagus dengan implementasi MoU Helsinky dan UU Pemerintah Aceh." Tambah Abdullah Puteh.

"Secara Statistik, Aceh sangat jauh tertinggal secara ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. 

Pemerintah harus mengejar ketertinggalan dan bisa mensejahterakan masyarakat secepatnya, karena itu adalah esensi dan tujuan dari Perdamaian Aceh" lanjut Abdullah Puteh

Senator Aceh ini, mengingatkan Pemerintah Aceh, Bahwa Anggaran yang ada harus benar benar ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan Rakyat Aceh melalui program-program ekonomi rakyat terutama disektor pertanian dan perikanan.

Terkait dengan perayaan Peringatan Hari Perdamaian, Abdullah puteh memyampaikan bahwa peringatan perdamaian itu perlu, namun esensi dari perdamaian adalah Rakyat Aceh harus lebih sejahtera dan terbebas dari belenggu kemiskinan.

"Menurut saya, dalam.peringatan perdamaian Aceh, tidak perlu uang di hambur-hamburkan untuk kegiatan yang sifatnya ceremonial belaka. 

Kita harus fokus pada program program mensejehterakan Rakyat, dan anak-anak yatim serta dhuafa korban konflik" tutup Abdullah Puteh.[]

Postingan populer dari blog ini

Kasus Pasien Meninggal Karena Salah Suntik, 2 Perawat di Aceh Barat Penjara 2 Tahun

Acehvoice.com | Meulaboh - Dua perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, divonis masing-masing 2 tahun penjara karena terbukti salah menyuntik pasien hingga meninggal dunia. Keduanya ialah Erwanty dan Desri Amelia Zulkifli. Dikutip dari situs resmi Pengadilan Meulaboh, Jumat (31/1/2020), kasus tersebut bermula saat korban Alfa Reza dibawa ke rumah sakit karena karena tertusuk kayu pada paha kiri sampai ke bokong. Dia masuk ke ruang IGD pada Jumat, 19 Oktober 2018. Sejam berselang, tim dokter melakukan tindakan operasi terhadap korban. Setelah selesai menjalani operasi, korban dipindahkan ke ruang perawatan anak. Dokter kemudian memerintahkan Erwanty, Desri, serta beberapa perawat yang bertugas jaga untuk memberikan obat kepada korban. Pada malam hari sekitar pukul 21.00 WIB, terdakwa Desri membuka buku rekam medis untuk melihat obat yang harus disuntikkan ke Reza. Dia melihat ketersediaan obat pada kotak obat Reza hanya satu. ...

Mawardi Ali : Kehadiran Lab Litbangkes Harap Dapat Mengembangkan Riset dan penelitian Bidang Kesehatan,

sumber: mediacenter Acehvoice.com | Aceh Besar -  Ir. H. Mawardi Ali hadiri peresmian Laboratorium Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh di Desa Bada Lambaro, Aceh Besar, Rabu, (26/02/2020). Dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya terhadap kementerian Kesehatan dan Balai kesehatan Aceh yang sudah Membangun Laboratorium penelitiannya di Aceh Besar. "Dengan terbangunnya Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh di Aceh Besar ini semoga terus dapat mengembangkan riset dan penelitian dalam bidang kesehatan dan bermanfaat bagi Masyarakat", ujar Mawardi Ali. "Seperti kita ketahui Bersama Laboratorium memaninkan peran penting dalam pendeteksian, penilaian, respons, pemberitahuan dan pemantauan peristiwa yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Laboratorium merupakan bagian mendasar untuk mendukung kegiatan program kesehatan mulai dari pengawasan, diganosis, pencegahan, pengobatan dan penelitian dan promosi kesehatan", Papar Mawar...